Petani Tebu Desa Getas Gerudug Kampus UGM

- Redaksi

Minggu, 2 Maret 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM –  Dengan didampingi Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN-RI) Ratusan petani tebu Desa Getas dan sekitarnya gerudug kampus UGM yang berada di Desa Getas Kecamatan Kradenan-Blora, Selasa siang, 25 Februari 2025.

Kedatangan mereka tak lain untuk meminta kejelasan akan polemik lahan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang saat ini diklaim menjadi kawasan yang dikelola pihak UGM.

Kuasa hukum petani tebu Desa Getas dari LBN-RI, Novel Bakrie menjelaskan, jika saat ini banyak petani yang mengeluh dan terintimidasi oleh tindakan arogan yang dilakukan oleh pihak UGM.

“UGM mengkalim mereka memiliki kewenangan atas 10.800 hektar lahan, padahal diketahui jika sebelumnya hanya sekira 1.000 hektar diawal kedatangan mereka disini pada 2016 lalu,” ungkapnya.

Pihaknya, ingin meminta kejelasan akan klaim atas lahan tersebut dan atas tindakan arogansi yang dilakukan oleh pihak UGM kepada petani Desa Getas.

Baca Juga :  Bulog Jamin Serapan Tebu Petani Blora, Dirut Turun Langsung Pastikan Perbaikan PG GMM

“Kami atas nama petani disini menyayangkan yang dilakukan oleh pihak UGM. Kami disini ingin melakukan upaya-upaya hukum, dimana telah terjadi tindakan yang menurut kami kurang pas,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, petani disini selama bertahun-tahun hanya mengandalkan pertanian tebu dan jagung dari lahan KHDTK.

Mulai petani dari Desa Getas, Desa Gempol, Desa Tlogotuwung dan dari desa tetangga kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.

“Jika petani harus angkat kaki, dan diusir dengan ancaman dipidanakan, cara ini sangat kami sayangkan. Kami ingin ada solusi,” tandasnya.

Novel mencontohkan, beberapa lahan petani yang sudah ditanami tebu, disemprot obat sehingga mengakibatkan tanaman tebu tersebut kering dan mati.

Bahkan tercatat ada puluhan kepala keluarga (KK) yang sudah mendirikan bangunan rumah tidak permanen juga dipaksa untuk membongkarnya.

“Apa tidak kasihan petani dan masyarakat disini yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan hutan,” ucapnya.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Novel menegaskan, jika pihaknya akan mendampingi petani dan warga agar bisa mendapatkan haknya.

Sementara itu, pihak UGM yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan KHDTK, Tri Admojo, mengatakan, jika pihaknya akan mengkaji dan mempelajari terlebih dahulu tuntutan masyarakat melalui aspek hukum dan aspek sosial.

Terkait klaim lahan seluas 10.800 hektar tersebut, menurutnya, pihaknya hanya menjalankan amanah yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

“Kami hanya akan menyebutkan bahwa 10.800 hektare itu adalah kawasan hutan negara, itu dulu ya kuncinya. Dasarnya, keputusan Menteri Kehutanan RI,” jelasnya.

Admojo menegasakan, jika pihaknya diberi tugas untuk mngelola, oleh menteri kehutanan yang dulu dikelola oleh BUMN Perhutani.

“Nah, 2016 Menteri Kehutanan mengalihkan dari Perhutani ke UGM, sesimpel itu ya,” imbuhnya.

Berita Terkait

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam
Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim
Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih
BPBD Blora Siagakan Armada Tangki Air Bersih
Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga
PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora
Tarif Parkir di Blora Kerap Disalahpahami, Ini Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus Menurut Perda
DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:06 WIB

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim

Senin, 6 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:19 WIB

Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:06 WIB

PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora

Berita Terbaru

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Widodo.

Info Publik

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Senin, 6 Jul 2026 - 18:15 WIB