BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – DPC PKB Blora melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dugaan bunuh diri di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Rabu,24/6/2026.
Sekretaris Fraksi PKB Blora, Ratna Pancarini, mengatakan kehadiran rombongan PKB merupakan bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga yang tengah berduka.
“Hari ini kita mewakili Fraksi PKB dan DPC PKB Blora, dibarengi Gus Fahim dan Gus Husein melakukan silaturahmi dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, PKB juga memperoleh keterangan langsung dari pihak keluarga terkait latar belakang peristiwa yang terjadi.
Menurut Rini, berdasarkan penjelasan anak korban, tindakan bunuh diri tersebut tidak disebabkan oleh persoalan biaya sekolah sebagaimana informasi yang sempat beredar di masyarakat.
Keluarga korban selama ini telah menyiapkan tabungan pendidikan melalui pemeliharaan ternak kambing.
Bahkan, hewan ternak tersebut telah dijual empat hari sebelum kejadian untuk keperluan pendidikan.
“Saya mendengar langsung dari anak korban, korban bunuh diri bukan karena masalah biaya sekolah. Anak korban minta tolong bahwa pemberitaanya tidak benar,” jelasnya.
Rini mengajak keluarga korban untuk tetap kuat menghadapi cobaan serta terus memberikan dukungan kepada anak-anak korban agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya.
Selain menyampaikan dukungan moral, Fraksi PKB juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai serta pemberian bantuan uang tunai dari Ketua DPC PKB Blora, Pak Arief Rohman kepada keluarga korban.
“Gus Fahin dan Gus Husein tadi menyampaikan siap menampung dan membantu mewujudkan cita-cita anak korban yang ingin di pondok pesantren dan menjadi hafidzah,” katanya.
Politisi Dapil tiga tersebut juga menyoroti perlunya perhatian lebih dari berbagai pihak terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah Kradenan.
Menurutnya, kasus bunuh diri bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut sehingga diperlukan langkah pencegahan yang melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, serta lingkungan sekitar.
Atas kondisi tersebut, ia sangat berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat meningkatkan kepedulian sosial dan membangun sistem pendampingan yang lebih responsif terhadap warga yang menghadapi persoalan kehidupan.
“Kami berharap pihak terkait lebih peduli terhadap lingkungan di Kradenan agar tercipta kondisi sosial yang harmonis dan masyarakat saling menguatkan,” ujarnya.
Ratna juga mengimbau perangkat desa untuk lebih dekat dengan masyarakat dan aktif menyerap aspirasi warga.
Harapanya agar berbagai persoalan sosial akan lebih mudah diatasi apabila komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa berjalan baik.
“Bisa sharing kepada kami dan nanti kami ikut membantu, karena kami merupakan wakil masyarakat. Harapannya kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Solikin











Komentar