BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Arief Rohman menunjukkan sikap tegas dan respons cepat dalam menangani dugaan kasus komunikasi tidak pantas antara seorang guru di SMP 1 Randublatung dengan murid perempuan.
Langkah awal yang diambil adalah meminta guru yang bersangkutan untuk tidak lagi menjalankan aktivitas mengajar di sekolah.
Sebagai gantinya, yang bersangkutan akan dipindahkan sementara menjadi staf di Korwil Bidik Kecamatan Jati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini dipandang sebagai langkah preventif untuk melindungi siswa sekaligus menjaga stabilitas psikologis lingkungan pendidikan.
“Mulai Senin, yang bersangkutan tidak lagi mengajar. Kita alihkan sementara menjadi staf sambil proses investigasi berjalan,” tegas Bupati.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses awal untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara hati-hati namun tetap tegas.
“Sambil berjalan, kita lakukan investigasi secara mendalam untuk menentukan sanksi yang tepat. Kita tidak ingin gegabah, tapi juga tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran,” lanjutnya.
Untuk memperkuat proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora juga akan membentuk tim pemeriksa khusus. Tim ini bertugas melakukan pendalaman secara menyeluruh, mulai dari mengumpulkan keterangan, memverifikasi kronologi kejadian, hingga menelaah bukti-bukti yang ada.
Tim pemeriksa ini diharapkan bekerja secara profesional, independen, dan transparan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun moral di hadapan publik.
Di sisi lain, langkah cepat yang diambil pemerintah daerah mendapatkan respons positif dari para wali murid. Mereka mengaku selama ini diliputi kekhawatiran, terutama bagi orang tua yang memiliki anak perempuan.
Salah satu wali murid, Sinta, menyampaikan bahwa keputusan tersebut memberikan rasa lega bagi banyak orang tua.
“Kami mewakili banyak wali murid, khususnya yang memiliki anak perempuan, sebelumnya merasa khawatir jika yang bersangkutan tetap mengajar. Dengan adanya kebijakan ini, kami merasa lebih aman dan tenang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blora atas keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas kebijaksanaannya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan berpihak pada keselamatan anak-anak kami,” tambahnya.
Senada dengan itu, beberapa wali murid lainnya berharap agar proses investigasi tidak berhenti di tengah jalan dan benar-benar dituntaskan hingga jelas.
“Harapan kami, kasus ini dibuka secara terang, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang terbukti bersalah, harus diberi sanksi tegas agar menjadi efek jera,” ujar salah satu wali murid lainnya.
Mereka juga menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi bersama bagi dunia pendidikan, khususnya dalam hal pengawasan, etika profesi guru, serta perlindungan terhadap peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Blora sendiri menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dunia pendidikan dan memastikan bahwa sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk pelanggaran, termasuk kekerasan dan pelecehan, baik secara fisik maupun non-fisik.
Kasus ini masih dalam tahap pendalaman oleh tim yang akan dibentuk. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar penentuan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Dengan langkah tegas ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan dapat tetap terjaga, serta memberikan pesan kuat bahwa keselamatan dan perlindungan anak adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.









