BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – RSUD dr. R. Soetijono Blora mencatat mayoritas pasien yang menjalani perawatan maupun mendapatkan layanan kesehatan merupakan peserta program jaminan sosial.
Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, mengungkapkan tingginya angka pemanfaatan BPJS menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap program jaminan kesehatan nasional dalam mengakses layanan medis.
“90 persen lebih pasien rumah sakit kami pengguna BPJS, bahkan menyentuh 95 persen lebih,” ujar dr. Puji. Sabtu, 30/5/2026.
Disampaikan dr Puji, selain peserta BPJS Kesehatan, pasien yang berobat di RSUD Blora juga berasal dari berbagai skema penjaminan lainnya, seperti Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, pasien umum, serta sejumlah program pembiayaan kesehatan lainnya.
Meski didominasi peserta BPJS, manajemen rumah sakit menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan dalam pelayanan kepada pasien.
Seluruh pasien mendapatkan hak dan standar pelayanan yang sama tanpa memandang jenis jaminan kesehatan yang digunakan.
“Meskipun mereka menggunakan BPJS, umum, lainnya, SKTM dan asosiasi lainnya, pemberian layanan tetap sama, tidak ada perbedaan sama sekali,” tegasnya.
Menurut dr. Puji, prinsip kesetaraan pelayanan menjadi salah satu komitmen utama rumah sakit dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah.
Di sisi lain, RSUD Blora juga tengah mempersiapkan peningkatan fasilitas bagi peserta BPJS seiring implementasi penyesuaian kelas perawatan.
Dalam skema tersebut, pasien BPJS akan memperoleh peningkatan standar fasilitas ruang perawatan agar lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Ada beberapa skema. Nanti BPJS akan kami berikan fasilitas lebih. Untuk kelas 1 akan ditempatkan di Mawar, sedangkan yang sekarang kelas 1 nanti akan dipakai di kelas 2,” jelasnya.
Lebih jauh ia menerangkan, peningkatan standar pelayanan tidak hanya menyangkut ruang perawatan, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung yang diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi pasien.
“Maksudnya, fasilitas lainnya bisa kita penuhi agar lebih nyaman lagi dibanding sebelumnya,” katanya melanjutkan.
Untuk mempertahankan predikat sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Blora, RSUD dr. R. Soetijono terus memperkuat sistem mutu pelayanan.
Salah satunya melalui penerapan Zona Integritas (ZI) dan persiapan akreditasi rumah sakit yang menuntut kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kemarin kita mendapatkan Zona Integritas. Sebenarnya itu untuk menjaga mutu rumah sakit agar tetap baik. Ini juga akan ada akreditasi, di mana harus ada SOP yang sudah kita miliki sehingga standar pelayanan tetap terjaga,” tegas dr. Puji.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas layanan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga komitmen seluruh sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
“Kami berharap komitmen baik dokter, karyawan, perawat, bidan dan penunjang lainnya untuk memahami SOP yang ada di rumah sakit sehingga standarnya sama,” ujarnya.
Selain penguatan SOP, rumah sakit juga menerapkan program supervisi layanan berbasis soft skill melalui budaya 5S, yakni sapa, salam, senyum, sopan, dan santun.
Program tersebut diterapkan kepada seluruh petugas sebagai upaya membangun pelayanan yang humanis tanpa membedakan latar belakang sosial maupun status pasien.
“Kami berharap kepada siapapun agar tidak memandang latar belakang pasien, baik pejabat maupun rakyat, maka harus menerapkan 5 soft skill,” pungkasnya.
Penulis : Solikin












Komentar