BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Bantuan Presiden (Banpres) untuk sektor pendidikan mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora.
Selain meringankan beban pembiayaan daerah, program yang diusulkan langsung ke pemerintah pusat itu terbukti membantu percepatan pembangunan dan revitalisasi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora.
“Tahun ini kita dapat dari Banpres. Jadi APBN itu dari anggaran pendidikan dan Kementerian Sekretaris Negara,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi diruang kerjanya. Senin, 15/6/2026.
Menurut Sandy, keberadaan Banpres menjadi salah satu alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah yang selama ini belum seluruhnya dapat terakomodasi melalui anggaran daerah.
Karena itu, Dinas Pendidikan berharap pemerintah pusat kembali mengalokasikan bantuan serupa pada tahun ini.
Apalagi kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah masih cukup tinggi.
Dalam upaya memastikan kualitas pekerjaan pembangunan yang sedang berjalan, Dinas Pendidikan juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring di sejumlah lokasi.
“Kemarin kita melaksanakan sidak di lima lokasi, dan kita lakukan monitoring bantuan presiden secara pekerjaan baik. Namun kita bukan pemeriksa, sifatnya hanya mengetahui,” jelasnya.
Sandy menerangkan, mekanisme Banpres berbeda dengan bantuan yang dikelola melalui dinas.
Program tersebut berawal dari usulan masyarakat dan sekolah yang diajukan melalui proposal.
Kemudian dilakukan survei langsung ke sekolah oleh tim terkait sebelum diteruskan ke Jakarta melalui Kementerian Sekretariat Negara.
“Banpres tidak melalui dinas. Ini merupakan usulan masyarakat yang survei langsung ke sekolah-sekolah dengan mengajukan proposal,” katanya.
Untuk usulan tahun ini, pihaknya mengaku belum memperoleh kepastian sekolah mana saja yang akan mendapatkan bantuan.
Namun, beberapa sekolah telah melaporkan adanya survei lapangan yang dilakukan tim sebagai bagian dari proses pengusulan Banpres.
“Untuk usulan tahun ini kita juga belum tahu. Ada beberapa sekolah yang laporan dan survei dari tim katanya mau diusulkan Banpres,” ungkap Sandy.
Ia menilai program bantuan tersebut sangat membantu percepatan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di daerah.
Pada tahun sebelumnya, nilai bantuan yang diterima mencapai lebih dari Rp. 2 miliar dan dimanfaatkan untuk revitalisasi sekolah.
“Banpres ini salah satu solusi kita karena yang berjalan kemarin dengan nilainya cukup besar sekitar Rp. 2 miliar lebih, dan kita sangat terbantu. Kita harapkan juga untuk tahun-tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi,” pintanya.
Meski demikian, Sandy menegaskan seluruh sumber pendanaan pendidikan, baik Banpres, Bantuan Provinsi (Banprov), maupun program bantuan lainnya tetap sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerataan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Blora.
Ia kembali menambahkan, peluang memperoleh bantuan dari pemerintah pusat masih terbuka mengingat tahun anggaran masih berjalan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, bantuan revitalisasi sekolah dari Banpres bahkan ada yang baru turun pada Oktober hingga Desember.
“Artinya kita masih terus berupaya dan berharap bisa mendapatkan bantuan dari pusat. Minta dukungan dari masyarakat, sekolah utamanya agar bisa bersama kita berupaya mendukung program-program ini,” lanjutnya.
“Dan jika dirasa pekerjaan kurang baik untuk diberikan masukan ke kami. Namun yang terpenting dampaknya ketika sarpras sekolah lebih baik harapan kita pembelajaran, mutu dan prestasi lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Solikin










Komentar