BLORA, NARASIRAKYATNEWS. COM – Di tengah kebutuhan perbaikan infrastruktur sekolah yang terus muncul, anggaran sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan dalam APBD Kabupaten Blora tahun 2026 hingga pertengahan tahun ini belum mendapatkan alokasi alias nihil
Kondisi tersebut memaksa Dinas Pendidikan mengandalkan dukungan dana dari pemerintah pusat dan provinsi untuk menangani kerusakan bangunan sekolah yang sebagian besar terjadi akibat usia bangunan.
Kepala Bidang Sarana Prasarana, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi mengungkapkan hingga saat ini belum terdapat alokasi anggaran sarana dan prasarana pendidikan dalam APBD Tahun 2026.
Meski demikian, upaya perbaikan sekolah tetap dilakukan melalui usulan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah.
“Di tahun 2026 sampai dengan saat ini anggaran sarana pendidikan belum ada alokasi. Kita berharap di perubahan, Insha Allah ada. Kemarin kita sudah koordinasi dengan TAPD dan Bappeda, diminta membuat usulan dan sudah kami kirimkan,” kata Sandy saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, 15/6/2026.
Menurut Sandy, kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Karena itu, Dinas Pendidikan juga aktif mengusulkan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Selain APBD, ada juga Banprov dan APBN. Usulan sudah kami kirimkan dan alhamdulillah dalam waktu dekat akan mulai ada perbaikan yang bersumber dari APBN,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut jumlah sekolah dengan kategori rusak berat sebenarnya tidak terlalu banyak.
Sebagian besar kerusakan yang ditemukan berada pada kategori sedang, terutama pada bagian rangka atap bangunan.
Kerusakan tersebut umumnya dipengaruhi faktor usia bangunan, kondisi kayu yang mulai lapuk, serta rayap.
“Rata-rata kerusakan mengarah ke sedang dan paling banyak di rangka atap yang dipengaruhi usia bangunan, kayu lapuk, dan rayap sekitar 20 persen,” jelasnya.
Melalui skema Banprov, lanjutnya diperkirakan terdapat sekitar enam hingga delapan sekolah yang berpotensi mendapatkan bantuan perbaikan.
Sementara kebutuhan lainnya masih terus diperjuangkan melalui berbagai sumber pendanaan.
Atas kondisi tersebut, ia berharap Pemerintah Kabupaten Blora dapat mengakomodasi kebutuhan sarana pendidikan dalam perubahan APBD 2026.
“Harapan kami APBD bisa diakomodir dalam perubahan. Selain dari Banprov dan APBN, semoga ada tambahan anggaran untuk mendukung perbaikan sekolah agar lebih baik,” pinta Sandy memungkasi.
Penulis : Solikin











Komentar