Jangan Sampai BPJS Nonaktif Saat Sakit, BPJS Kesehatan Gandeng Pemkab, Baznas dan Dunia Usaha di Blora

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Cabang Pati menggelar media gathering di Nirwana Resto bersama wartawan.

BPJS Cabang Pati menggelar media gathering di Nirwana Resto bersama wartawan.

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Ancaman terbesar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya penyakit, tetapi status kepesertaan yang tidak aktif saat layanan kesehatan dibutuhkan.

Karena itu, BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggak iuran dan memastikan kepesertaan tetap aktif demi menjamin akses pelayanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menegaskan pihaknya terus mendorong masyarakat, khususnya peserta mandiri, untuk membayar iuran tepat waktu agar tidak masuk kategori peserta nonaktif.

“Saya mengajak masyarakat jangan sampai masuk ke Nakes ketika BPJS Non Aktif,” kata Nuzuludin usai media gathering bersama wartawan di Nirwana Resto, Kamis, 18/6/2026.

Menurut Nuzuludin, peserta yang mengalami kendala ekonomi masih memiliki sejumlah opsi agar tetap terlindungi dalam program JKN. 

Salah satunya melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dapat diakses melalui Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

BPJS Kesehatan, lanjut Nuzuludin, berkomitmen bersama Pemerintah Kabupaten Blora untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang memadai.

Baca Juga :  Kapuspen TNI: Revisi UU TNI untuk Perkuat Pertahanan Negara dan Profesionalisme Prajurit

“Kami berkomitmen dengan Pemerintah Kabupaten Blora memastikan bahwa masyarakat bisa terjamin,” tegasnya.

Sebagai bentuk sinergi, BPJS Kesehatan telah menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Blora. 

Koordinasi tersebut melibatkan Bupati Blora, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah guna memperkuat cakupan kepesertaan JKN di daerah.

“Saya beberapa kali sudah berkomunikasi dengan Pak Arief, Bu Rini, Pak Sekda dan minggu lalu sudah rapat,” ujarnya.

Nuzuludin menilai keberhasilan Program JKN tidak hanya bergantung pada pemerintah dan BPJS Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia berharap manfaat program jaminan kesehatan nasional dapat dirasakan secara merata oleh warga.

Peserta PBI nonaktif yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan verifikasi melalui Dinas Sosial.

Nantinya data akan disesuaikan berdasarkan kategori kesejahteraan sosial atau desil yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga memiliki pilihan menjadi peserta mandiri maupun memperoleh bantuan iuran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Dinas PMD Blora Gelar Rakor Evaluasi APBDes 2024

Dalam upaya mengurangi tunggakan peserta, BPJS Kesehatan juga menggandeng berbagai pihak, termasuk badan usaha dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah kami sudah bekerja sama dengan badan usaha dan Baznas di Blora. Mereka membantu masyarakat yang mengalami tunggakan dengan membayarkan tunggakan dan iuran bulanannya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ia juga mengajak media massa untuk turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga status kepesertaan JKN agar tetap aktif.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), menjadi bagian penting dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

“Mohon dukungan dari media menyebarkan ini. Kami perlu dukungan semua pihak, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga badan usaha dan pihak lain yang memiliki kemampuan untuk membantu melalui program CSR,” pungkasnya.

Penulis : Solikin

Berita Terkait

DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora
Pemanfaatan Layanan JKN di Blora Tembus 2,36 Juta Kasus, Bukti Masyarakat Semakin Terlindungi
95 Persen Pasien RSUD Blora Pengguna BPJS, Direktur Tegaskan Tak Ada Perbedaan Layanan
RSUD dr. R. Soetijono Blora Buka Poli Sore, Jawab Kebutuhan Warga untuk Berobat 
Masjid Moetiah Blora Bagikan 15 Ribu Kupon Daging
Ponpes Nurul Hidayah Blora Tiga Kali Berturut-turut Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo
Layanan Imigrasi Blora Diserbu Pemohon Umrah, Capai 50 Orang per Hari
Gebyar Undian BPR BKK Blora, Puguh Tegaskan Dana Nasabah Aman 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:25 WIB

DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:26 WIB

Jangan Sampai BPJS Nonaktif Saat Sakit, BPJS Kesehatan Gandeng Pemkab, Baznas dan Dunia Usaha di Blora

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:34 WIB

95 Persen Pasien RSUD Blora Pengguna BPJS, Direktur Tegaskan Tak Ada Perbedaan Layanan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:52 WIB

RSUD dr. R. Soetijono Blora Buka Poli Sore, Jawab Kebutuhan Warga untuk Berobat 

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:24 WIB

Masjid Moetiah Blora Bagikan 15 Ribu Kupon Daging

Berita Terbaru