BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Amblesnya tanah di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, kembali menjadi sorotan.
Meski sempat ditangani pada Maret 2026, kerusakan yang mengancam akses vital warga itu masih terus bergerak dan memerlukan penanganan lebih permanen.
DPRD Blora pun mendesak agar persoalan tersebut menjadi prioritas anggaran pada tahun 2027.
Ketua Komisi C DPRD Blora, M. Mukhlisin, mengatakan sidak ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi tanah amblas di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Tunjungan yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
“Kami tadi melakukan koordinasi dengan SDA dan kemarin bersama BBWS. Sebenarnya itu sudah ditangani Maret 2026. Namun kondisinya masih amblas lagi,” kata Mukhlisin usai melakukan inspeksi lapangan. ditulis, Selasa, 16/6/2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Sin tersebut hasil koordinasi dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa struktur tanah di lokasi mengandung lumpur di bagian bawah sehingga berpotensi memicu amblesan lanjutan.
Saat ini, pada bagian ujung lokasi ambles telah dibuat penahan tanah sehingga untuk sementara mampu mencegah pergeseran yang lebih luas.
Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Harapan kami nanti akan dicarikan anggaran. Semoga pada Tahun 2027 ada anggaran yang diprioritaskan untuk pembangunan jalan, drainase, dan talut agar air bisa mengalir dan tidak mengendap di daerah tersebut,” ujarnya melanjutkan.
Berdasarkan hasil pemantauan, kerusakan yang terjadi cukup signifikan.
Jalan yang terdampak mengalami ambles dengan kedalaman mencapai 10 meter dan membentang sepanjang kurang lebih 300 – 400 meter.
Komisi C DPRD Blora menilai penanganan tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kabupaten Blora.
Dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga diperlukan agar pergerakan tanah dapat dihentikan dan infrastruktur dapat dipulihkan secara permanen.
Selain penanganan fisik, Mukhlisin juga berharap warga yang rumahnya terdampak memperoleh bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Pemerintah Kabupaten Blora.
“Harapan kami ada dananya karena jalan tersebut merupakan akses penting untuk masyarakat,” tegas politisi Dapil lima tersebut
Penulis : Solikin











Komentar