Pengembangan Sektor Industri di Blora Tersendat Akibat Kekeringan

- Redaksi

Minggu, 22 Desember 2024 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Upaya pengembangan sektor industri di Blora masih terhambat. Salah satu penyebab di antaranya, lantaran kesulitan akses air. Sehingga sektor industri masih stagnan.

Padahal Blora memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Artinya, industri berbasis pertanian yang diharapkan bisa berkembang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Blora tak kunjung terealisasi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora, A Mahbub Djunaidi, mengatakan kekeringan di Blora menjadi tantangan tersendiri, terutama saat ingin mengembangkan sektor industri di Blora.

Baca Juga :  Rumah Perangkat Desa di Blora Ludes Terbakar

“Di Blora ini kelemahannya itu terkait kecukupan air,” katanya.

Padahal sebagaimana diketahui, air menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam sektor industri. Sesuatu yang tak bisa ditawar.

Mahbub pun mencontohkan, bahwa data menunjukkan jika setiap tahun ada ratusan desa di Kabupaten Blora yang alami kekeringan.

“Blora merupakan daerah yang sering kekeringan. Kita tahu sendiri kan tiap tahun jumlah desa kekeringan di Blora sekali naik,” tuturnya.

Baca Juga :  Realisasi Bankab Blora Capai 95 Persen, Percepatan Pembangunan Desa Didukung Anggaran Perubahan

Mahbub mengatakan untuk mengatasi permasalahan kekeringan tersebut, saat ini Pemkab Blora tengah bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Lewat skema kerjasama itu, sedang digagas upaya untuk memanfaatkan air dari Bengawan Solo. Yakni dengan menarik air-air tersebut ke daerah-daerah rawan kekeringan.

“Doanya saja semoga uji coba itu berhasil, agar di Blora ini tidak kekurangan air,” paparnya.

Berita Terkait

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam
Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim
Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih
BPBD Blora Siagakan Armada Tangki Air Bersih
Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga
PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora
Tarif Parkir di Blora Kerap Disalahpahami, Ini Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus Menurut Perda
DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:06 WIB

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim

Senin, 6 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:19 WIB

Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:06 WIB

PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora

Berita Terbaru

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Widodo.

Info Publik

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Senin, 6 Jul 2026 - 18:15 WIB