PTSL Blora Turun Drastis, Berikut Penjelasannya

- Redaksi

Rabu, 30 April 2025 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Blora, Rarif Setiawan.

Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Blora, Rarif Setiawan.

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Blora tahun ini merosot tajam.

Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Blora, Rarif Setiawan, menerangkan terdapat dua jenis target dalam pelaksanaan PTSL, yakni target luas dan target Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT)

Target luas kini dihitung menggunakan satuan hektare, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan jumlah bidang tanah. Sementara SHAT mengacu pada jumlah sertifikat yang diterbitkan.

“Artinya, ini dua hal dan kamar yang berbeda,” tegas Rarif saat ditemui di kantornya, Selasa kemarin, 29/4/2025.

Baca Juga :  BPN Blora Buka Layanan Akhir Pekan Saat Mudik Lebaran, Warga Bisa Urus Sertifikat dan Konsultasi Pertanahan

Ia menyebutkan, target luas awalnya ditetapkan 5.600 hektare, namun karena adanya efisiensi anggaran dari pusat, jumlah itu dipangkas drastis hingga hanya tersisa sekitar 3.600 hektare.

Sedangkan untuk target penerbitan sertifikat, dari 18.800 turun menjadi 6.600.

“Penghitungan target fisik kini berbasis luas, bukan lagi jumlah bidang, karena prosesnya menggunakan teknologi foto udara,” terangnya.

Dalam keterangannya kata Rarif, pengambilan foto udara ini dilakukan oleh pihak ketiga dan dibagi dalam satuan ‘great’ seluas 36 hektare per unit.

Pada tahap awal, baru empat desa yang mendapatkan alokasi ‘great’, di antaranya Desa Kutukan dan Desa Sumberejo Kecamatan Rhandublatung serta Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran dan Desa Keser Kecamatan Tunjungan.

Baca Juga :  Berita Kehilangan

“Karena keterbatasan itu, tidak semua desa yang mengajukan PTSL bisa langsung kami akomodir,” ungkap Rarif melanjutkan.

Selain efisiensi anggaran, pergeseran pendekatan target juga didorong untuk mendukung program strategis nasional, yaitu menuju Kabupaten Lengkap.

Di mana untuk seluruh bidang tanah di wilayah kabupaten telah terdaftar dan terdokumentasi dengan baik.

“Ini bukan sekadar pengurangan target, tapi langkah menuju penataan pertanahan menuju kabupaten lengkap,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam
Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim
Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih
BPBD Blora Siagakan Armada Tangki Air Bersih
Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga
PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora
Tarif Parkir di Blora Kerap Disalahpahami, Ini Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus Menurut Perda
DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:06 WIB

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim

Senin, 6 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:19 WIB

Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:06 WIB

PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora

Berita Terbaru

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Widodo.

Info Publik

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Senin, 6 Jul 2026 - 18:15 WIB