Satu Menu Diduga Tak Layak, SPPG Kamolan Blora Ganti 395 Porsi Makanan Siswa

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa.

Foto Istimewa.

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Program pemenuhan gizi siswa di wilayah layanan SPPG Kamolan sempat diwarnai temuan satu porsi menu yang diduga tidak layak konsumsi.

Meski hanya terjadi pada satu porsi di satu kelas, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamolan mengambil langkah tegas dengan mengganti seluruh makanan yang telah dibagikan kepada siswa, sebanyak 395 porsi, sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kualitas dan keamanan konsumsi.

Asisten Lapangan SPPG Kamolan, Denny Ekotriono, menjelaskan distribusi makanan kepada para siswa dilakukan pada Jumat (13/3/2026) ke sejumlah sekolah yang berada dalam wilayah layanan SPPG Kamolan.

Menu yang dibagikan saat itu antara lain bandeng presto dan tahu. Sebelum didistribusikan, seluruh bahan makanan telah melalui proses pemeriksaan kualitas atau quality control.

Menurut Denny, proses pengawasan kualitas makanan sudah dilakukan sejak bahan makanan diterima dari pemasok pada malam hari sebelum distribusi ke sekolah.

“Bahan makanan tersebut sudah melalui proses quality control. Barang datang sekitar pukul 22.00 hingga tengah malam, kemudian kami lakukan pengecekan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Namun setelah makanan sampai di sekolah dan dibagikan kepada siswa, pihak SPPG Kamolan menerima laporan dari salah satu sekolah terkait adanya komponen menu yang dinilai tidak layak dikonsumsi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Blora, Mustopa Apresiasi Peran Jurnalis dalam Pembangunan Daerah

Informasi tersebut diterima pada sore hari setelah proses distribusi berlangsung.

Menanggapi laporan tersebut, tim SPPG Kamolan segera melakukan pengecekan langsung di lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa menu yang terindikasi tidak layak hanya ditemukan pada satu porsi makanan di dalam satu kelas.

“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait adanya satu menu yang diduga tidak layak dikonsumsi. Setelah kami lakukan cross check di lapangan, ternyata hanya ada satu menu saja yang terindikasi bermasalah di dalam satu kelas,” kata Denny.

Meski temuan tersebut terbatas pada satu porsi makanan, pihak SPPG Kamolan memutuskan mengganti seluruh menu yang telah didistribusikan di sekolah tersebut. Total makanan yang diganti mencapai 395 porsi.

“Walaupun yang terindikasi hanya satu menu, kami tetap mengganti seluruh menu yang sudah kami distribusikan di sekolah tersebut. Totalnya ada 395 porsi yang kami ganti agar semuanya tetap aman dan layak dikonsumsi oleh siswa,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab SPPG Kamolan untuk memastikan program pemenuhan gizi bagi siswa tetap berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi pihak sekolah maupun orang tua.

Baca Juga :  Masih Banyak Masyarakat Blora Belum Paham Penggunaan E - Parkir

“Kami dari SPPG Kamolan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Penggantian menu dilakukan agar siswa tetap mendapatkan makanan yang layak dan berkualitas,” tegasnya melanjutkan.

Peristiwa tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi internal, khususnya dalam pengawasan terhadap pemasok bahan makanan yang bekerja sama dengan SPPG Kamolan.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi supplier kami. Jika pemasok tidak amanah dan tidak bertanggung jawab terhadap barang yang dikirimkan, maka kerja sama dalam SPBK bisa kami putus,” jelasnya.

Sementara itu, pihak sekolah membenarkan bahwa temuan menu yang diduga tidak layak tersebut hanya ditemukan pada satu porsi makanan di dalam satu kelas.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi, seluruh menu yang telah dibagikan tetap diganti oleh pihak SPPG Kamolan.

Penggantian menu dilakukan pada Sabtu (14/3/2026). Pihak sekolah dan para wali murid disebut telah menerima langkah tersebut dengan baik.

“Alhamdulillah setelah menu diganti, pihak sekolah maupun wali murid dapat menerima dengan baik,” pungkas Denny.

Berita Terkait

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam
Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim
Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih
BPBD Blora Siagakan Armada Tangki Air Bersih
Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga
PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora
Tarif Parkir di Blora Kerap Disalahpahami, Ini Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus Menurut Perda
DPR RI, Eva Monalisa Survei Calon Penerima Program Bedah Rumah di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:06 WIB

Dari Blora ke Ibu Kota, 48 Pemuda Kurang Mampu Langsung Kantongi Pekerjaan Usai Pelatihan Satpam

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Konflik Berakhir Damai, Nasib Mbah Sujimah dan Mbah Pandi Kini Menanti Putusan Hakim

Senin, 6 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:19 WIB

Politisi Gerindra Blora, Ika Dewi Susanti Pastikan Fakta dan Berikan Dukungan Penuh Bagi Keluarga

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:06 WIB

PKB Datangi Keluarga Korban, Ungkap Fakta di Balik Tragedi Blora

Berita Terbaru

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Widodo.

Info Publik

Kenaikan Harga Pertadex Ancam Distribusi Air Bersih

Senin, 6 Jul 2026 - 18:15 WIB