Kejar Target LTT 25 Ribu Hektar, Bupati Kumpulkan Stakeholder Pertanian hingga TNI Polri

- Redaksi

Senin, 17 Maret 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa.

Foto Istimewa.

BLORA, NARASIRAKYATNEWS.COM – Setelah Sabtu (15/3/2025) menerima kunjungan kerja Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI untuk peningkatan swasembada pangan, Senin siang ini (17/3/2025),

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, langsung mengumpulkan seluruh stakeholder pertanian untuk duduk bersama membahas langkah-langkah percepatan musim tanam padi kedua (MT2).

Tidak hanya unsur Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) saja yang dikumpulkan, namun juga seluruh koordinator penyuluh pertanian, Camat, lengkap dengan Forkopimcamnya (Danramil dan Kapolsek). Serta perwakilan Kepala Desa hingga Bulog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat yang diselenggarakan di ruang Pertemuan Setda Blora itu, dipimpin langsung oleh Bupati Arief Rohman, didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, Kasdim Blora, bersama Kasdim 0721/Blora Mayor Inf. Bani, dan Kabag SDM Polres Blora, AKP Pujiono.

Bupati mengemukakan, sesuai arahan Presiden di berbagai kesempatan, termasuk saat retret di Magelang lalu, kita diminta untuk mendukung program swasembada pangan.

Bahkan, Sabtu (15/3/2025) lalu, Dirjen Tanaman Pangan telah ditugaskan Menteri Pertanian ke Blora untuk monitoring langsung.

Lebih lanjut dikemukakan, dalam bulan Maret Blora berhasil masuk 8 besar nasional produksi panen padinya, yakni sebanyak 28 ribu Hektar.

Ini membuktikan bahwa Blora masuk sebagai lumbung pangan nasional, di Jawa Tengah nomor dua setelah Grobogan.

Baca Juga :  Refocusing Anggaran Pusat Berdampak pada Pembangunan Infrastruktur di Blora

Untuk itu, demikian Bupati Arief, pada musim tanam kedua (walikan) di bulan Maret ini, Blora ditarget Kementerian Pertanian bisa tanam lagi LTT (Luas Tambah Tanam) dari target awal 20 ribu Hektar jadi 25 ribu hektar.

Percepatan

Sehubungan dengan target tersebut, Bupati mengajak seluruh stakeholder bisa melakukan percepatan dan sosialisasi kepada petani. Agar setelah panen, tanah bisa segera diolah untuk ditanami kembali.

“Saya ini juga baru sampai dari Jakarta. Tadi malam bertemu Pak Menko Pangan, Zulkifli Hasan diskusi ketahanan pangan sampai jam 1 malam. Insha Allah minggu depan seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah juga akan diundang ke Semarang untuk koordinasi program swasembada pangan ini. Jadi kita semua harus fokus program swasembada pangan. Apalagi mayoritas masyarakat Blora merupakan petani,” tandasnya.

Sedangkan untuk mempercepat proses panen, yang diprediksi bulan ini puncak panen di Blora.

Bupati meminta agar Dinas Teknis bisa mengupayakan penambahan pengadaan combine harvester atau alat mesin panen padi. Bisa Kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi maupun pusat.

“Kendala di lapangan saat ini panennya tidak bisa cepat karena keterbatasan combine. Bahkan harus mendatangkan dari Jawa Timur. Kalau bisa idealnya satu desa satu combine. Agar petani tidak terlalu lama untuk panen, dan mengolah tanahnya kembali untuk MT2,” lanjutnya.

Baca Juga :  Aliansi Indonesia Blora Ingatkan Risiko Pengelolaan Migas, Dorong Keselamatan dan Optimalisasi Energi Nasional

Sementara itu, Kepala DP4, Ngaliman, melalui Sekretaris DP4, Lilik Setyawan, menerangkan, bulan Maret ini hingga tanggal 17 sudah ada 10 Hektar tanam padi MT2. Sehingga untuk mengejar target 25 ribu hektar dari Kementerian Pertanian masih butuh 15 ribu Hektar lagi.

“Potensinya untuk MT2 masih ada seluas 37 ribu Hektar. Sehingga untuk mewujudkan target dari Kementerian Pertanian 25 ribu hektar, jika kita gerak bersama optimis bisa tercapai. Prediksi cuaca hujan juga masih turun sampai April-Mei nanti,” bebernya.

Adapun Kasdim 0721/Blora Mayor Inf. Bani, menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan program swasembada pangan ini. Menurutnya ini menjadi bagian dari bela negara dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Mewakili Pak Dandim, hingga Danramil dan Babinsa , kami siap turun untuk sosialisasi dan membantu petani mengawal program swasembada pangan ini. Mulai dari tanam, hingga panen dan penyerapan gabahnya,” ucap Mayor Inf. Bani.

Pada umumnya untuk MT2 wilayah Blora Selatan dan Timur tidak ada kendala dan bisa dimaksimalkan karena dekat dengan DAS Bengawan Solo. Sedangkan Blora utara dan barat menjadi PR bersama karena debit Kali Lusi tidak sebesar Bengawan Solo. Sehingga Bupati meminta agar irigasi bisa dimaksimalkan dengan sumber sumber air yang ada. (*)

Berita Terkait

Dugaan Chat Guru Viral, Bupati Blora Tindak Tegas 
Bulog Jamin Serapan Tebu Petani Blora, Dirut Turun Langsung Pastikan Perbaikan PG GMM
RSUD Blora Siap Terima Alkes Kemenkes 2026, Fokus Penguatan Layanan dan Tekan Rujukan
Rumah Perangkat Desa di Blora Ludes Terbakar
Aliansi Indonesia Blora Ingatkan Risiko Pengelolaan Migas, Dorong Keselamatan dan Optimalisasi Energi Nasional
BPN Blora Buka Layanan Akhir Pekan Saat Mudik Lebaran, Warga Bisa Urus Sertifikat dan Konsultasi Pertanahan
Satu Menu Diduga Tak Layak, SPPG Kamolan Blora Ganti 395 Porsi Makanan Siswa
SPPG Ngawen 3 Blora Mulai Beroperasi, Sajikan Menu Istimewa di Hari Perdana

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Chat Guru Viral, Bupati Blora Tindak Tegas 

Jumat, 3 April 2026 - 19:15 WIB

Bulog Jamin Serapan Tebu Petani Blora, Dirut Turun Langsung Pastikan Perbaikan PG GMM

Senin, 30 Maret 2026 - 11:17 WIB

RSUD Blora Siap Terima Alkes Kemenkes 2026, Fokus Penguatan Layanan dan Tekan Rujukan

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:32 WIB

Rumah Perangkat Desa di Blora Ludes Terbakar

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:52 WIB

Aliansi Indonesia Blora Ingatkan Risiko Pengelolaan Migas, Dorong Keselamatan dan Optimalisasi Energi Nasional

Berita Terbaru

Foto istimewa.

Info Publik

Dugaan Chat Guru Viral, Bupati Blora Tindak Tegas 

Sabtu, 11 Apr 2026 - 21:47 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Politik

Edy Wuryanto Sebut Kondisi BPJS Kesehatan Saat Ini

Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:24 WIB